18 .Juni .2010. 13.30

Setiap masa ujian berlangsung pasti gue gugup. Tiap malem gue harus begadang buat masukin kombinasi rumus dan angka angka ke dalam otak gue yang dangkal ini. Dan kegugupan yang paling kerasa banget, kali ini ada pada ujian terakhir yaitu ujian matakuliah Teori Probabilitas atau yang biasa kita denger dengan sebutan Teori Peluang. Ini adalah matakuliah dimana kita harus menghitung peluang atau kemungkinan terjadinya suatu kejadian , contohnya seperti ini :

Diketahui ada 27 Kambing hidup. Diantaranya terdapat 13 betina,10 jantan dan 4 kambing bencong yang suka bekeliaran kemana mana gak pake celana.

Ternyata setelah di ambil 15 sampel dari 27 kambing tersebut, baru diketahui ada 7 kambing yang cacat mental.

Dari data diatas maka hitunglah peluang kambing-kambing tersebut dapat bertahan hidup (tidak disembelih) bertepatan saat iduladha ? .

(Clue : Untuk menjawab pertanyaan, abaikan kehadiran kambing bencong, karena gak akan ada manusia yang mau makan kambing yang tidak konsisten dengan kelaminnya seperti mereka).

Sumpah gak bohong kesambet pocong makan kacang polong ! . Matakuliah ini bener bener terlihat mustahil di mata gue. Harusnya mata kuliah ini lebih pantes ditujukan ke ki joko bodo, dedi cobuzier, apa engga mbah Marijan yang suka meramal kapan gunungnya si merapi meletus, sayangnya mereka gak kuliah disini.

Pernah ada temen gue yang bilang, ‘namanya probabilitas (peluang) itu sih gampang, jawabannya cuma satu’ , “INSYAALLAH”. Dan gue sangat setuju sama pernyataan ini. Semua kejadian atau peluang didunia ini dapat terjadi jika ALLAH menghendaki/mengizinkan. Jadi kita gak perlu cape cape ngitung peluang yang belum pasti dan gue ga perlu cape cepe ngikutin ujian yang bakal diadakan hari ini. Ujian yang tinggal nunggu 4 jam lagi buat gue menghitung peluang bertahan hidup mahluk kaki empat berjenggot tadi. ” (baca juga : http://bit.ly/aEWJgZ )

Hari ini hari jumat (18 juni 2010), hari pembebasan gue sebagai tahanan sementara dari penjara mental yang berkedok Ujian Akhir Semester. Tepat pukul 13.30 nanti, gue akan menjalankan ujian mata kuliah entah berantah yang udah bikin gue ngulang untuk ke TIGA kalinya ini dan jangan sampe ada yang ke EMPAT. Bener-bener ujian yang bikin gue pengen makan es krim walls 3 kerat (ga nyambung banget).


Seperti biasanya, setiap akan menghadapi ujian pasti gue secara tiba-tiba jadi sering rajin berdoa. Dan doa gue gak akan jauh beda di setiap akhir solat, “Ya Allah buatlah saya beruntung dalam ujian hari ini” selalu itu yang gue ucapkan. Tapi terkecuali untuk solat jumat hari ini.

Sebagai seorang lelaki tulen beragama islam, tiap hari jumat gue harus menjalankan kewajiban ibadah solat jumat (masa iya solat rabu). Sialnya hari ini gue agak agak telat dateng ke masjid. Sesampainya di masjid, gue ngeliat ke dalem dan hampir gak ada tempat kosong lagi. Beruntungnya masih ada celah buat nyempil di bagian belakang bersama anak-anak TK dan anak ingusan warga sekitar yang ukuran badannya masih segede pohon beringin baru ditanem.

Begitu solat dimulai dalam sekejap satu masjid menjadi hening. Tapi ternyata …

Hijrah Cerita

Blogspot ke empat gue.. setelah berpikir jauh akhirnya gue memutuskan untuk kembali ke blogspot. titik.

Followers