Mmmm..
Perasaan baru kemaren gue nulis-nulis harapan di blog dan buat resolusi untuk tahun 2011, sekarang tiba-tiba udah mau masuk tahun 2012 aja *keluar dari goa* ...
Blog gue ternyata udah berumur setahun lebih. Begitu juga gue, gak nyangka makin tua.
Tiap pergantiaan tahun pasti selalu melewati bulan Januari, kenapa harus Januari ? kenapa gak Februari, Maret, April dll? udah gak usah dipikirin, ini yang namanya takdir, gue juga heran kenapa barusan gue nanya, ahh udahlah..
Bulan Januari sendiri sangat berarti buat gue dan mungkin orang-orang yang lahir di bulan ini. Bulan ini adalah bulan dimana gue lahir, yang berarti gue bener-bener bakal nambah tua ! *kesel sendiri*. Gue rindu masa-masa kecil dimana gue gak perlu mikirin tugas-tugas yang numpuk seperti sekarang, ujian yang bikin stress kalo dapet nilai kecil, dan satu hal penting yang lagi booming di diri gue, Tugas Akhir.
Pergantian tahun ini juga harus memberikan pandangan yang positif buat gue. Tahun berganti, umur bertambah, lulus kuliah, langsung dapet kerja, dan tentunya menjadi pribadi yang lebih baik.
Happy new year 2012 *siap2 tidur*
Hujan Terderas
Posted by
Aryan Candra 112081063
at
3:12 AM
Hujan adalah jatuhnya hydrometeor yang berupa partikel-partikel air dengan diameter 0.5 mm atau lebih. Jika jatuhnya sampai ketanah maka disebut hujan, akan tetapi apabila jatuhannya tidak dapat mencapai tanah karena menguap lagi maka jatuhan tersebut disebut Virga. Hujan juga dapat didefinisikan dengan uap yang mengkondensasi dan jatuh ketanah dalam rangkaian proses hidrologi (Lakitan, 2002).
Begitulah salah satu definisi hujan dari sumber yang gue baca.
Gue sendiri berpendapat lain mengenai hujan, tanpa memandang segi teknis hujan dan berdasarkan pengalaman. Hujan menurut gue ialah : Sesuatu (bukan Syahrini) berbentuk cairan yang jatuh ke bumi dan menciptakan suasana yang mengosongkan pikiran serta membentu kegalauan. Inilah yang menyebabkan banyak mahasiswa mengurungkan niatnya untuk kuliah ketika turun hujan. Ketika pikiran kosong tentunya memangkas keinginan untuk bergerak dan lebih memilih tidur.
Malam itu, di masa ujian akhir semester. Gue bersiap pulang dari rumah pacar, abis belajar bareng ceritanya. Tapi emang bener niat buatpacaran belajar. Setelah hampir seharian gue disana gue sangat ingin pulang ke kosan karena udah capek banget abis pacaran belajar buat ujian besok, tapi cuaca di luar ternyata kurang bersahabat. Hujan turun dan terus menerus turun mencuci jalanan. Saat itu gue ada sedikit konflik dengan pacar, yah namanya juga pacaran. Konflik kali ini masih dalam tahap stadium satu, tapi cukup untuk membuat gue dan pacar saling diam membisu.
Waktu menunjukan pukul 11 malam, akhirnya gue memutuskan untuk tetap pulang.
Memakai satu set jas hujan rasanya cukup untuk menghiraukan hujan yang membasahi tubuh gue saat berkendara motor, tapi nampaknya tidak berhasil menghiraukan konflik yang melanda pikiran gue daritadi.
Hujan turun semakin deras, selama gue hidup inilah Hujan Terderas yang pernah membasahi tubuh. Mungkin kata terderas ini keluar karena gue merasakan hujan itu pas tengah malam, jalanan sepi, banjir, dan gue lagi galau. Tiap orang pasti pernah merasakan galau dan tiap orang berhak galau pada waktunya. Menurut gue waktu yang tepat adalah sekarang, disaat hujan turun deras
Begitulah salah satu definisi hujan dari sumber yang gue baca.
Gue sendiri berpendapat lain mengenai hujan, tanpa memandang segi teknis hujan dan berdasarkan pengalaman. Hujan menurut gue ialah : Sesuatu (bukan Syahrini) berbentuk cairan yang jatuh ke bumi dan menciptakan suasana yang mengosongkan pikiran serta membentu kegalauan. Inilah yang menyebabkan banyak mahasiswa mengurungkan niatnya untuk kuliah ketika turun hujan. Ketika pikiran kosong tentunya memangkas keinginan untuk bergerak dan lebih memilih tidur.
Malam itu, di masa ujian akhir semester. Gue bersiap pulang dari rumah pacar, abis belajar bareng ceritanya. Tapi emang bener niat buat
Waktu menunjukan pukul 11 malam, akhirnya gue memutuskan untuk tetap pulang.
Memakai satu set jas hujan rasanya cukup untuk menghiraukan hujan yang membasahi tubuh gue saat berkendara motor, tapi nampaknya tidak berhasil menghiraukan konflik yang melanda pikiran gue daritadi.
Hujan turun semakin deras, selama gue hidup inilah Hujan Terderas yang pernah membasahi tubuh. Mungkin kata terderas ini keluar karena gue merasakan hujan itu pas tengah malam, jalanan sepi, banjir, dan gue lagi galau. Tiap orang pasti pernah merasakan galau dan tiap orang berhak galau pada waktunya. Menurut gue waktu yang tepat adalah sekarang, disaat hujan turun deras
Design Poster
Posted by
Aryan Candra 112081063
at
4:59 PM
Ini tugas kampus gue yang cukup menyita waktu. Untuk dapetin indeks nilai "A" di jurusan gue, sekarang harus bikin poster yang berhubungan dengan mata kuliah yg bersangkutan..
Ya walaupun sederhana tapi gue bangga sama design ini.
(karena gue baru banget belajar design pake photoshop :p)
Subscribe to:
Posts (Atom)


