Got The Life

Begini nih jadinya...
Barusan gue ngeladenin curhatan salah satu temen SMA gue yang lagi kasmaran. Tapi mungkin bukan kasmaran lagi namanya. Udah melebihi batas itu. Lebih dari sekedar kasmaran.
Tapi juga bukan perjalanan cerita cinta yang sempurna.

Gue bener-bener menjadi tempat pembuangan cerita ini. Sebuah cerita yang pastinya dirasakan oleh banyak orang. Termasuk gue.

Entah menjadi seorang pemeran atau sekedar korban.

Disaat kita menginginkan seseorang (yang spesial) menjadi pendamping hidup, selalu berada disamping kita, terus tertawa bersama, merasakan kebahagiaan dan hanya kebahagiaan, sampai semua masalah terlupakan. *tarik nafas*...

Dari perkenalan lewat sedikit kata dan sentuhan kedua tangan tanpa rasa.
Dari pertemanan biasa hingga saling menyentuh perasaan satu dan lainnya.
Transformasi hati manusia memang gak bisa ditebak. Berubah semaunya.
Sejenius apapun kita, hal ini tetaplah sulit dikendalikan. Gak mungkin ada rumus yang bisa memecahkan permasalahan yang satu ini.
Monyet nya Thomas Alva Edison aja gak mungkin bisa menolak untuk jatuh cinta.

Kebahagiaan akan datang ketika kita merasakannya. Ketika adanya perubahan warna hitam kelam menjadi warna yang cerah dan terang. Ketika waktu 24 jam dalam sehari hanya terasa lewat begitu saja. Ketika satu kata motivasi darinya membuat kita merasa terbang mengelilingi jagat raya.
Ketika mata ini dapat melihatnya dari jarak dekat. Melihat senyumannya, dan sederet gigi putih yang tersembunyi dibalik bibir merah itu perlahan timbul, satu per satu, malu-malu, seakan mereka tak ingin terlihat.

Terkadang karena terlalu nyaman berada di dekatnya membuat kita lupa. Bahwa kedekatan ini belum menjadi apa-apa.

Semua itu terasa indah.
Akan sangat indah.
Seandainya semua harapan berbanding lurus dengan kenyataan.
Namun yang terjadi disini hanyalah setengah bagian dari cerita indah itu. Belum sampai pada klimaksnya.
Ketika jagat raya menentukan jalan yang tidak sesuai dengan keinginan .
Dan kita terlihat lemah tak berdaya tanpa dapat melawan.

Bukan cerita yang sempurna namun tetap membuat bibir ini mau tak mau melebarkan senyuman dan tersipu malu saat mengingatnya. Men-flashback semuanya dari dalam kepala. Memutar kembali cerita yang telah terekam jelas dalam benak.
Sambil mendengarkan lagu-lagu yang dapat menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya. Bukan yang selama ini telah kita salah artikan.

Rasanya kibasan tangan pun hanya menyentuh bayangan.
Setiap manusia punya masa lalu nya sendiri. Entah itu indah ataupun menyedihkan. Namun tetaplah terus menatap masa depan dan tetap menyimpan cerita lama tanpa perlu membuangnya. Karena gue yakin adanya masa lalu adalah pembelajaran yang akan menciptakan masa depan yang lebih indah.
...
Oiya. Bentar lagi gue harus angkat kaki dari kosan gue yang sekarang. Karena jatah gue ngekos disini cuman sampe akhir bulan juli.
Tapi begonya, gue belom nyari tempat buat pindah sampe sekarang. Harus kemana nih !!?

1 comment:

Anonymous said...

wow, ternyata cowok bisa juga ya nulis kayak gini,mellow2 gimana gitu,hhehe..
setuju banget deh gw pokoknya :D

Post a Comment

Followers